Hadiri Hari Jadi ke-281, Perkuat Kebersamaan Menuju Pacitan Sejahtera
Pacitan, kab-pacitan.kpu.go.id — Semangat kebersamaan dan rasa syukur mewarnai Peringatan Hari Jadi ke-281 Kabupaten Pacitan yang digelar di Pendopo Mas Tumenggung Djogokarjo, Kamis (19/2/2026). Momentum bersejarah ini bertepatan dengan awal Ramadan 1447 Hijriah. Peristiwa tersebut menjadi penguat tekad seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga jati diri daerah. Tekad itu sekaligus mendorong langkah bersama menuju Pacitan yang semakin maju dan sejahtera. Balutan beskap hitam lengkap dikenakan Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pacitan Aswika Budhi Arfandy, saat menghadiri prosesi tersebut. Kehadiran itu menjadi wujud penghormatan terhadap nilai-nilai kearifan lokal, sekaligus bentuk dukungan dan sinergi kelembagaan dalam memperingati Hari Jadi Kabupaten Pacitan. Prosesi peringatan berlangsung khidmat. Kirab Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji bersama istri menuju pendopo kabupaten menjadi pembuka rangkaian acara. Lantunan gending Jawa semakin menambah suasana sakral dan penuh makna. Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji dalam sambutannya menyampaikan bahwa momentum hari jadi diharapkan menjadi sarana untuk memperkuat tekad dan jati diri masyarakat. Penguatan tersebut penting dalam menghadapi pengaruh budaya luar di tengah arus perubahan zaman. Ia juga mengajak seluruh komponen masyarakat untuk bersatu. Tujuannya guna mewujudkan cita-cita bersama menuju Pacitan yang lebih sejahtera. “Kula ugi ngajak dhumateng para among praja saha sedaya warga tansah mbudidaya murih Pacitan majeng ing samukawisipun,” ujarnya, yang berarti ia mengajak para aparatur pemerintah serta seluruh warga agar senantiasa berupaya mendorong kemajuan Pacitan di berbagai bidang. Peringatan Hari Jadi Kabupaten Pacitan tahun ini mengusung tema “Pacitan Binraja Ing Kamulyan”, yang bermakna masyarakat Kabupaten Pacitan senantiasa hidup dalam keadaan tertib, tenteram, sejahtera, serta mulia lahir dan batin. Pada kesempatan tersebut, Bupati Pacitan juga memberikan penghargaan kepada dua tokoh masyarakat atas peran dan jasa mereka dalam mengharumkan nama Pacitan. Penghargaan diberikan kepada almarhum Sudirno, pengukir dan perancang gambar uang kertas Republik Indonesia asal Desa Petung, Kecamatan Bandar,serta almarhum Kartosemito, tokoh asal Desa Pakisbaru, Kecamatan Nawangan, yang rumahnya pernah digunakan sebagai markas gerilya Panglima Besar Jenderal Sudirman. #KPUmelayani
Selengkapnya