SOSIALISASI “GAYENG” BERSAMA RAPI DAN ORARI

kab-pacitan.kpu.go.id Pacitan Eksistensi dan Konsistensi para pelaku/penggiat kegiatan radio yang tergabung dalam Komunitas/Organisasi di Pacitan masih sangat besar. Komunitas/Organisasi tersebut adalah Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) dan Organisasi Radio Amatir Indonesia (ORARI). Kedua Komunitas/Organisasi ini sudah berdiri sejak puluhan tahun lalu, tak heran jika kedua Komunitas/Organisasi ini memiliki banyak pengguna setia. Tak terkecuali di Kabupaten Pacitan yang anggotanya bisa menjangkau seluruh pelosok perdesaan.

Menilik sumber daya yang dimiliki oleh kedua Komunitas/Organisasi ini, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pacitan menggundang para pelaku/penggiat kegiatan radio ini dalam sosialisasi. Sosialisasi yang bertajuk “Sosialisasi Outdoor Penyelenggaraan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur 2018” ini digelar pada hari Rabu (21/3/2018). Bertempat di Balai RW Lingkungan Plelen, Sidoharjo Pacitan, “pasukan berseragam khusus” memadati Balai RW untuk mendapatkan Sosialisasi dari KPU Pacitan.

Sambutan Divisi Keuangan dan Logistik

Divisi Keuangan dan Logistik KPU Pacitan, Sulis Styorini, mewakili Ketua KPU Pacitan yang berhalangan hadir, membuka acara sosialisasi. “Saya sangat senang dan bangga bisa bertemu langsung dengan pelaku/penggiat di kedua komunitas ini,” ucap Rini, panggilan akrabnya. Lebih lanjut Rini menyebutkan bahwa sosialisasi outdoor kali ini merupakan sosialisasi ke-4 yang dilakukan bersama berbagai komunitas di Pacitan.

“Pelaksanaan Pilgub Jatim 2018 nanti akan berbeda dengan sebelumnya. Bapak/Ibu harus memiliki KTP-el (Kartu Tanda Penduduk Elektronik-Red) untuk bisa menyalurkan hak pilihnya,” imbuh Rini. Rini juga menghimbau kepada peserta yang hadir, jika belum ber KTP-el untuk segera melakukan perekaman data untuk mendapatkan KTP-el. Bagi penduduk yang telah melakukan perekaman dan belum mendapatkan KTP-el, akan mendapatkan surat keterangan pengganti KTP-el. Surat keterangan ini dikeluarkan oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) sebagai syarat menyalurkan suara di Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Rabu Pon, 27 Juni 2018

Setelah Sulis Styorini selesai menyampaian materi, Divisi SDM dan Parmas Suhardi bergantian menyampaikan sosialisasi pada sore itu. Suhardi menitikberatkan upaya dalam peningkatan partisipasi masyarakat dalam Pemilihan Umum (Pemilu) ataupun Pemilihan. “Saat ini di Kabupaten Pacitan berjalan dua gerbong tahapan. Yaitu pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jatim 2018 serta Pemilihan Legislatif 2019,” jelas Suhardi.

Dalam waktu dekat, tahapan yang akan dihadapi adalah pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jatim 2018. Pria yang akrab disapa Hardi ini menghimbau kepada “Pasukan berseragam khusus” untuk membantu mensosialisasikan tahapan Pilgub Jatim 2018 kepada masyarakat. “Kami mohon bantuan kepada komunitas ini untuk ikut mensosialisasikan pelaksanaan Pilgub Jatim 2018, bantulah kami. Sosialisasikan pelaksanaan pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur yang akan jatuh pada hari Rabu Pon, 27 Juni 2018. Sosialisasi bisa dilakukan lewat media radio masing-masing yang bisa menjangkau sampai dengan pelosok-pelosok desa,” himbau Hardi.

Hal ini diharapkan akan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pemilihan dan meningkatkan peran serta sumber daya penggiat radio dalam kehidupan berdemokrasi.

Sosialisasi pada sore itu juga dihadiri oleh Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Pacitan. Ketua Panwaslu Pacitan Berty Stefanus juga bergantian memberikan arahan kepada seluruh peserta yang hadir. “Partisipasi anggota RAPI dan ORARI sangat kita harapkan dalam menyampaikan tahapan pemilihan di dalam masyarakat,” tegas Berty.

Lebih lanjut pria kelahiran Manado ini mengingatkan kepada peserta untuk tidak melakukan praktik politik uang. “Money Politic itu sudah sangat dilarang. Barang siapa terindikasi melakukan Money Politic, akan ada sanksi yang diberikan kepada pemberi dan penerima,” pungkas Berty.

Acara berlangsung “Gayeng” karena diselingi dengan electone yang menghibur peserta. Sehingga hal ini menghapus kesan “Kaku” pada setiap sosialisasi yang dilakukan pada masyarakat. Karena dengan diselingi hiburan, panitia berharap apa yang telah disosialisasikan kepada peserta akan terserap dengan baik. Sehingga upaya mereka dalam meneruskan informasi di masyarakat dapat berjalan secara maksimal.

gil/hardi