Kisah Jarwanto, Taklukkan Medan Berat Demi Coklit

DOK.PPK Tegalombo

Tegalombo – Tahun ini Kabupaten Pacitan kembali menggelar Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati. Tahapannya sendiri sudah memasuki Pemutakhiran Data Pemilih serta Pencocokan dan Penelitian (coklit). Ratusan petugas terjunkan untuk memastikan tak satupun warga kehilangan hak pilih.

Satu di antara petugas tersebut adalah Jarwanto (33). Sudah sembilan hari terakhir, warga Desa Pucangombo, Kecamatan Tegalombo ini harus berjibaku melawan beratnya medan pegunungan. Meski tak mudah, namun dirinya mengaku bangga melaksanakan tugas mulia pengawal demokrasi.

“Ini sudah kedua kalinya saya menjadi petugas PPDP (petugas pemutakhiran data pemilih). Rasanya senang sekali,” katanya, Sabtu (25/7/2020) siang.

Menurut Wanto, sapaan akrab Jarwanto, secara umum tidak ada kendala berarti yang dia alami selama coklit. Satu-satunya tantangan adalah akses jalan pedesaan yang cenderung kurang bersahabat. Hal itu dapat dimaklumi karena wilayah kerjanya berada di puncak gunung berbatasan dengan Kabupaten Ponorogo.

Untuk menjangkau rumah warga, tak jarang Wanto harus melalui jalan setapak di lereng gunung. Bahkan dia harus memutar tubuhnya dan berjalan dengan posisi menyamping sejauh 200 meter. Pada saat bersamaan telapak sepatunya memilih lapisan batu yang masih kokoh sehingga mampu menopang berat badannya.

“Saya tetap semangat melaksanakan coklit sampai benar-benar semua warga terdaftar sebagai pemilih di TPS 014 meskipun medan dan jarak rumah tidak mudah,” tuturnya sembari menunjuk rumah seorang penduduk di lereng gunung.

Wabah Covid-19 juga mengharuskan Wanto melengkapi diri dengan sarana pencegah penularan. Alat Pelindung Diri (APD) selalu terpasang kala dirinya melaksanakan tugas. Memang terasa gerah. Terlebih terik matahari begitu menyengat bersamaan datangnya musim kemarau.

“Kadang Kami (PPDP) yang datang kerumah dengan pakaian APD ini, tanggapan mereka beragam. Ada yang kaget, ada yang takut bahkan gugup, karena wajah tertutup,” kenangnya sembari tertawa.

Di balik kewajiban menjalankan protokol kesehatan, lanjut Wanto, dirinya tetap bisa berkomunikasi dengan baik. Proses pencocolan dokumen data pemilih juga berjalan lancar.
Di desa tersebut terdapat 14 TPS. Wanto sendiri bertugas di TPS 014.

Di banyak kesempatan penyelenggaran pemilu kerap menekankan pentingnya penggunaan APD saat PPDP dan PPS bertugas. Terlebih jumlah warga Pacitan yang terpapar virus Corona hingga saat ini masih bertambah. Tidak itu saja, mereka diimbau menjaga kebersihan diri selama bertugas.

“Dalam proses ini saat tatap muka harus mengenakan APD sesuai yg diatur PKPU 6 Tahun 2020. Mari kita patuhi, kita taati, dan laksanakan,” tandas komisioner KPU Pacitan Divisi Sosdiklih Iwit Widhi Santoso.

“Semoga dalam menjalankan tugas di lapangan kita selalu diberi sehat, lancar, sukses dengan tetap menjaga protokol kesehatan pencegahan Covid-19 serta terus menjaga kepercayaan masyarakat,” pungkas pria yang akrab disapa Wiwit Rowi.

Reporter : Suci Restiat

Diterbitkan : HUPMAS KPU Pacitan

Add a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.