Making Democracy Count: Perspektif Baru Perkuat Kualitas Demokrasi dan Sistem Pemilu
Pacitan, kab-pacitan.kpu.go.id — Penguatan kualitas demokrasi tidak hanya ditentukan oleh tingkat partisipasi pemilih, tetapi juga dipengaruhi oleh desain sistem pemilu yang mampu menghadirkan representasi secara adil, transparan, dan akuntabel. Selain itu, berbagai perspektif serta studi komparatif internasional dapat menjadi referensi penting dalam penyusunan kebijakan kepemiluan yang lebih baik.
Hal tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam kegiatan Bedah Buku Making Democracy Count: How Mathematics Improves Voting, Electoral Maps, and Representation yang diselenggarakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Republik Indonesia (RI) di Ruang Sidang Utama KPU RI, Selasa (12/5/2026). Kegiatan tersebut dihadiri Ketua KPU RI Mochammad Afifuddin bersama Anggota KPU RI Idham Holik.
Kegiatan bedah buku dan diskusi tersebut membahas keterkaitan antara demokrasi, sistem pemilu, dan pendekatan matematis dalam penguatan kualitas keterwakilan politik. Acara dibuka oleh Ketua KPU RI Mochammad Afifuddin yang dalam sambutannya berharap forum tersebut dapat menjadi ruang belajar bersama untuk memperkaya wawasan dan menghadirkan perspektif baru dalam peningkatan kualitas pemilu di Indonesia.
“Forum ini diharapkan menjadi ruang belajar bersama untuk memperkaya wawasan dan menghadirkan perspektif baru dalam peningkatan kualitas pemilu di Indonesia,” ujar Mochammad Afifuddin.
Ia juga menyampaikan bahwa diskusi tersebut relevan dengan dinamika kepemiluan di Indonesia, khususnya terkait isu daerah pemilihan, sistem representasi, hingga rekomendasi perbaikan tata kelola pemilu ke depan.
Sementara itu, Idham Holik menegaskan bahwa Indonesia saat ini tengah mempersiapkan reformasi kepemiluan melalui pembahasan revisi undang-undang pemilu. Menurutnya, pendekatan matematika dalam sistem pemilu dapat membantu mewujudkan demokrasi yang lebih representatif sekaligus memperkuat kualitas keterwakilan rakyat.
Bedah buku menghadirkan Ismar Volić, Aditya Perdana, dan Mada Sukmajati sebagai narasumber. Ketiganya membahas peran matematika dalam memperkuat demokrasi, mulai dari sistem pemungutan suara, pembagian daerah pemilihan, hingga representasi politik yang lebih proporsional dan berkeadilan.
Sejumlah metode pemilu, seperti Ranked Choice Voting (RCV) dan Single Transferable Vote (STV), turut diperkenalkan sebagai alternatif sistem yang dinilai mampu menangkap preferensi pemilih secara lebih komprehensif. Metode tersebut dinilai dapat mendukung penyelenggaraan pemilu yang lebih objektif, transparan, dan akuntabel.
Kegiatan ini turut diikuti secara daring oleh KPU Kabupaten Pacitan dari Studio Podcast KPU Kabupaten Pacitan. Hadir dalam kegiatan tersebut Divisi Teknis Penyelenggaraan KPU Kabupaten Pacitan Agus Susanto, Kepala Subbagian Teknis Penyelenggaraan Pemilu dan Hukum Mei Tri Astuti, serta seluruh staf terkait.
#KPUmelayani