AESF Dorong Kolaborasi Penyelenggara dan Organisasi Masyarakat

Denpasar, kpu.go,id- Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, Juri Ardiantoro mengatakan penyelenggaraan Asian Elektoral Stakeholder Forum ke tiga, (3rd AESF) bertujuan untuk membagi informasi, pengetahuan, pengalaman tentang pemilu serta mendiskusikan tentang  cara menghadapi tantangan penyelenggaraan pemilu di Asia. Hal tersebut Juri sampaikan dalam pembukaan 3rd AESF, Selasa (23/8) di Ballroom Dicovery Kartika Hotel Bali. Secara khusus Juri berharap 3rd AESF ini dapat mendorong penyelenggaraan pemilu yang inklusif, pemilu yang bukan hanya menjadi milik penyelenggara pemilu tapi juga terdapat keterlibatan masyarakat sipil secara nyata.

Juri menyebutkan bahwa Indonesia telah membuktikan kolaborasi yang baik antara penyelenggara pemilu dengan kelompok sosial masyarakat. Kelompok sosial yang bukan hanya membantu dalam tiap  tahapan pemilu tetapi juga dapat membantu dalam meningkatkan legitimasi pemilu. Keterlibatan masyarakat mutlak dibutuhkan dalam mewujudkan pemilu yang berkualitas. Sesuai dengan tema 3rd AESF yaitu “Transparansi dan Intergritas untuk Pemilu yang berintegritas” Juri mengatakan Indonesia telah mempelopori pelaksanaan pemilu yang transparan.

Ketua  Asian Network for Free Elections (Anfrel) Damaso G. Magbual mengatakan dipilihnya Indonesia sebagai tuan rumah 3rd AESF adalah karena Indonesia adalah contoh terbaik dalam kerjasama penyelenggara dan organisasi sosial masyarakat. Hal tersebut yang membuat hasil Pemilu Indonesia pada 2014 diakui secara internasional. Lebih lanjut, Damaso menilai bahwa Indonesia telah melakukan suatu langkah besar dalam mempromosikan transparansi pemilu. “Indonesia memublikasi hasil pemilu dari tiap TPS, terdapat lebih dari 600.000 TPS dan KPU mampu mempublishnya di website, tidak ada lagi yang lebih tranparan lebih dari itu,” Ujar Damaso mengapresiasi. Damaso mengatakan bahwa ia mencoba untuk menerapkan transparansi yang Indonesia terapkan pada pelaksanaan pemilu di Filipina. (ftq/red FOTO KPU/Dosen/Hupmas)