KAWAL MAKSIMAL PEMUTAKHIRAN DATA PEMILIH

Jakarta, kab-pacitan.kpu.go.id, Seluruh komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Republik Indonesia (RI) yang hadir pada bimbingan teknis Pemantapan Sistem Pemutakhiran Data Pemilih (SIDALIH) memberikan arahan pasca pembukaan acara. Kegiatan yang digelar kali kedua  di tanggal 3-5 Januari 2018 tersebut tetap mengambil tempat di gedung LPPI.

2aa

Seluruh jajaran pimpinan seakan hendak menegaskan setegas tegasnya betapa penting tahapan awal ini. Kehati-hatian agar tahapan pemutakhiran berjalan dengan sempurna sebagaimana yang direncanakan sangat terasa. Dalam kesempatan pertama, Evi Novida Ginting menyampaikan bahwa akurasi data pemilih penting. Salah satu pekerjaan KPU yang terkait dengan data pemilih adalah partisipasi pemilih. Data pemilih yang valid dan akurat akan mampu mendongkrak angka partisipasi. Hal pertama yang perlu dikawal dalam pemutakhiran data pemilih ini adalah rekrutmen petugas (PPDP). Keberadaan PPDP dan kepastian memutakhirkan data dari rumah ke rumah harus dikawal bersama, demikian Bu Evi mengakhiri pesannya.

Giliran komisioner KPU RI Wahyu Setiawan, menegaskan tugas PPDP selain memutakhirkan data pemilih. Program besar sosialisasi dengan metode berbasis keluarga dibarengkan dengan pekerjaan pencocokan dan penelitian (coklit) data pemilih. Momentum awal melayani pemilih dalam menggunakan hak pilih adalah membuat pemilih terdaftar sebagai pemilih. Membangun pemilih yang cukup informasi. Sampaikan kepada pemilih bahwa politik uang harus diperangi, gambarkan hubungan politik uang dengan cikal bakal korupsi. Perangi juga politisasi SARA, tandas komisioner KPU RI yang telah berkecimpung di penyelenggara pemilu tingkat kab sejak 2003 ini.

2bb