Digitalisasi Pemilu Kebutuhan Mendorong Partisipasi Masyarakat

Jakarta, kpu.go.id – Ekosistem teknologi yang memungkinkan keterlibatan masyarakat atau civic tech menjadi kata kunci agar masyarakat sipil di Indonesia bisa berdaya secara efektif di dunia digital dalam mengawal dan berkontribusi untuk demokrasi elektoral pada 2024. 

Hal ini disampaikan Anggota KPU RI, Viryan pada diskusi The Indonesian Forum Seri 78 membahas Ekosistem Civic Tech dan Kesiapan Data Pemilu Terbuka dalam Rangka Meningkatkan Integritas Pemilu di Indonesia yang diselenggarakan The Indonesian Institute, Selasa (7/9/2021).

Viryan mengutip data dari We Are Social mengenai gambaran perkembangan digital di Indonesia dimana ada lebih 27 pengguna baru digital sepanjang tahun 2020-2021 dan diyakininya akan terus meningkat.  Masih mengutip data tersebut, pria asal Kalimantan Barat juga mengatakan rata-rata pengakses internet diatas usia 13 tahun sebanyak 77,5 persen dari total populasi 274 juta penduduk Indonesia. Sehingga jika dihitung pada 2024 nanti masyarakat menurut dia sudah sangat siap untuk terlibat dalam pemilu secara digital. “Maknanya adalah dari gambaran secara umum ini menunjukkan digitalisasi pemilu menjadi sebuah keniscayaan bahkan menjadi sebuah kebutuhan,” ujar Viryan. 

Viryan menjelaskan peta jalan (road map) transparansi informasi KPU dilakukan dengan tiga tahapan antara lain penerapan peraturan hukum tentang keterbukaan informasi publik, prinsip dan standar; digitalisasi pemilu; dan implementasi data pemilu secara terbuka. 

Menyangkut regulasi, Viryan menekankan hal tersebut karena menurut dia idealnya tata kelola manajemen yang baik harus diiringi dengan perencanaan yang matang berbasis regulasi. Dan dalam konteks digitalisasi pemilu, dia mengatakan perlu memerhatikan aspek kedaulatan digital karena digitalisasi sebuah keniscayaan untuk meningkatkan derajat kepercayaan publik.

Direktur Eksekutif The Indonesian Institute, Adinda Tenriangke Muchtar memaparkan hasil penelitian yang dilakukan pihaknya dengan Perludem terkait keterbukaan data melalui website utama KPU. Penelitian ini untuk mengkaji dan membantu dalam merencanakan strategi mempromosikan inisiatif civic tech yang mendorong keterbukaan data pemilu. 

Antara lain menyangkut infrastruktur teknologi, Sumber Daya Manusia (SDM) teknologi informasi (TI), kolaborasi komunitas TI, hingga masukan untuk mempermudah kelompok disabilitas mengakses data.  “Belum mengikutsertakan headingalt-text, dan link untuk memudahkan pembaca disabilitas mengakses data menggunakan screen reader,” tambah Adinda.

Peneliti Perludem, Mahardika berharap rekomendasi penelitian dapat menjadi gambaran bagaimana ekosistem civic tech dalam penyelenggaraan pemilu di Indonesia serta menjadi kompas untuk arah digitalisasi pemilu di Indonesia. Mahardika pun mengapresiasi langkah KPU dalam menyediakan data pemilu terbuka yang rencananya akan dilaunching September ini.

Manajer Riset Open Data Labs Jakarta, Arthur Glenn Maail menjelaskan civic tech hadir untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam penggunaan teknologi informasi. Hal ini bisa terjadi karena internet membuat adanya pertukaran informasi pemerintah menjadi dua arah sehingga mengurangi kesenjangan informasi. 

Menurut Arthur, pelibatan masyarakat juga perlu didorong agar sumber data terbuka tidak hanya berasal dari pemerintah agar dapat mengintegrasikan dengan data-data resmi pemerintah. “Pemberdayaan masyarakat untuk dapat menganalisa data pemerintah dan memberikan masukan untuk perbaikan pelayanan publik,” kata Arthur. 

Sementara itu, Anggota Komisi II DPR RI, Mardani Ali Sera memaparkan terkait kualitas anggaran belum optimal hingga upaya untuk merevisi regulasi UU Pemilu yang kandas padahal ide besar dimasukkan dalam revisi UU tersebut menyangkut penyelenggaraan Pemilu 2024. Menurutnya, regulasi yang ada memiliki keterbatasan tetapi pemerintah memutuskan tidak perlu dilakukan revisi. “Teman-teman KPU aturan di UU sangat rigit padahal bisa diberi kebebasan perkara teknis dan taktis,” kata Mardani. (Original Posted by humas kpu ri tenri/ foto: tenri/ed diR)

Add a Comment

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.